Bahan sambalnya terbuat dari campuran cabe merah, cabe rawit, terasi, gula merah, asam jawa, garam, kecap (tergantung serlera), sedikit bumbu penyedap, dan air secukupnya. Semua bahan diulek lalu dirasakan apakah sudah cukup pedas, asam, atau manisnya, terserah selera anda. Setelah sambal jadi lalu campurkan pada kangkung yang telah diseduh air panas. Jadi deh....hmm..huaahhh...pedas pedas manis asam!...mak nyoss!...
Kuliner ini kerap didapatkan di perkampungan wilayah Cirebon. Biasanya para penjual rujak lotek atau gado-gado juga menyediakan rujak sambal asam. Selain kangkung ada pula yang dicampur krupuk mlarat, snack kering khas Grage.
Jika anda melewati daerah Jl. Rajawali menuju ke arah Ps. Jagasatru, maka akan anda temukan penjual Rujak Kangkung Dadakan, yang cukup terkenal di perempatan Rajawali Drajat , dan di jln. Perjuanagn depan kampus IAIN. Cobalah, sambalnya mantap punya bo!...Selain itu juga tersedia kraca, olahan keong kecil yang asyik buat jadi cemilan saat santai. Sruuttt...yummyy!!....
Rabu, 23 Maret 2011
Sambal Asam atau Rujak Kangkung
Apa kuliner wilayah Cirebon yang paling gampang dibuat? Sambel asem atau rujak kangkung jawabannya. Kangkung diseduh air panas dan dicampur sambal asam. Mudah kan??....
Bahan sambalnya terbuat dari campuran cabe merah, cabe rawit, terasi, gula merah, asam jawa, garam, kecap (tergantung serlera), sedikit bumbu penyedap, dan air secukupnya. Semua bahan diulek lalu dirasakan apakah sudah cukup pedas, asam, atau manisnya, terserah selera anda. Setelah sambal jadi lalu campurkan pada kangkung yang telah diseduh air panas. Jadi deh....hmm..huaahhh...pedas pedas manis asam!...mak nyoss!...
Kuliner ini kerap didapatkan di perkampungan wilayah Cirebon. Biasanya para penjual rujak lotek atau gado-gado juga menyediakan rujak sambal asam. Selain kangkung ada pula yang dicampur krupuk mlarat, snack kering khas Grage.
Jika anda melewati daerah Jl. Rajawali menuju ke arah Ps. Jagasatru, maka akan anda temukan penjual Rujak Kangkung Dadakan, yang cukup terkenal di perempatan Rajawali Drajat , dan di jln. Perjuanagn depan kampus IAIN. Cobalah, sambalnya mantap punya bo!...Selain itu juga tersedia kraca, olahan keong kecil yang asyik buat jadi cemilan saat santai. Sruuttt...yummyy!!....
Bahan sambalnya terbuat dari campuran cabe merah, cabe rawit, terasi, gula merah, asam jawa, garam, kecap (tergantung serlera), sedikit bumbu penyedap, dan air secukupnya. Semua bahan diulek lalu dirasakan apakah sudah cukup pedas, asam, atau manisnya, terserah selera anda. Setelah sambal jadi lalu campurkan pada kangkung yang telah diseduh air panas. Jadi deh....hmm..huaahhh...pedas pedas manis asam!...mak nyoss!...
Kuliner ini kerap didapatkan di perkampungan wilayah Cirebon. Biasanya para penjual rujak lotek atau gado-gado juga menyediakan rujak sambal asam. Selain kangkung ada pula yang dicampur krupuk mlarat, snack kering khas Grage.
Jika anda melewati daerah Jl. Rajawali menuju ke arah Ps. Jagasatru, maka akan anda temukan penjual Rujak Kangkung Dadakan, yang cukup terkenal di perempatan Rajawali Drajat , dan di jln. Perjuanagn depan kampus IAIN. Cobalah, sambalnya mantap punya bo!...Selain itu juga tersedia kraca, olahan keong kecil yang asyik buat jadi cemilan saat santai. Sruuttt...yummyy!!....
Kamis, 23 Desember 2010
Keraton Berdandan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW-Muludan
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau di Cirebon disebut Muludan, adalah salah satu moment yang ditunggu warga grage atau warga Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Di Yogya dan Solo perayaan ini disebut Sekaten.
Pada perayaan yang digelar saban tahun itu pihak keraton yang ada di Cirebon menggelar pesta rakyat. Beragam atraksi, siang dan malam, selama satu bulan penuh diadakan di seputar area dua keraton besar, yaitu keraton Kasepuhan dan keraton Kanoman. Bangunan Keraton juga didandani, dicat, dan diberi umbul-umbul. Pendek kata pihak Keraton berdandan.
Waduuhhh...coba setiap hari ya??....
Komidi putar (kami masyarakat Cirebon menyebutnya dengan 'korsel'), Ombak Banyu (di Dufan disebut Ontang Anting), dan Tong Setan, adalah permainan dan atraksi tontonan rutin yang banyak diminati warga.
Puncak dari perayaan tersebut adalah tepat pada malam hari Maulid Nabi Muhammad SAW, pihak keraton mengadakan ritual pencucian benda-benda pusaka keraton (keris-keris, guci, kereta,dll) yang akan diarak keliling area. Ritual ini disebut Pelal. Disitulah moment yang ditunggu. Warga yang hadir berebutan memegang benda-benda pusaka keraton tersebut yang konon mengandung berkah bagi siapa yang berhasil memegangnya.
Kenangan masa kanak tak terlupakan saat muludan adalah di saat Muludan itu saatnya orangtua kami membelikan mainan. Bentuk mainan yang abadi dari dulu hingga kini selalu ada di setiap Muludan adalah peralatan memasak dari bambu serta kapal klotok, yang jika diletakan di atas air akan berbunyi 'klotok-klotok-klotok'..... Dan tradisi ini menurun pada anak-anak kami...
Yang sangat disayangkan pada perayaan Muludan beberapa tahun ini, kesenian daerah jarang ditampilkan, kalaupun ada paling hanya 1 hari, seharusnya sesuai namanya pesta rakyat, porsi kesenian daerah haruslah wajib ada. Tarling, Tari Topeng, dan Wayang Kulit adalah suguhan yang seharusnya wajib ada pada perayaan Muludan. Agar tak lupa anak bangsa pada budayanya...
Langganan:
Postingan (Atom)