Selasa, 30 Desember 2008
People Party
The People Party! Finally...they made it happened! Memperingati hari jadi Cirebon, yang jatuh di 1 Muharam, dinas pariwisata Cirebon menggelar ajang 'Pesta Rakyat Cerbon 2008', yang bertema 'Ganjene Cerbon'. Wuihh...Akhirnya rasa haus untuk melihat seni tradisional Cirebon terobati. . Perhelatan akbar yang diadakan pada 28 Desember 2008 ini menampilkan semuuuua Cirebones, seni tradisional plus kulinernya juga...Ehmm...salut euyyy...semoga ini menjadi tradisi tahunan di masa mendatang. Wow...lihat deh antusiasme warga. Dari pagi hingga malam hari masyarakat tetap semangat menyaksikan pertunjukan demi pertunjukan yang dipentaskan. Semua ada, sintren,burok,tari topeng, tarling...dan dilantunkan tidak ber-gadogado dangdut. Cerbon nya kental banget tuuchh....he..he....pokoknya sip lah. Kerinduanku melihat tari-tari topeng dan mendengar tarling dilantunkan terlampiaskan.Glek..glekkk.....mantap ! Aplaus untuk dinas pariwisata dan kebudayaan !
Sayaaang banget, pada pagi harinya pas kamera ngadat, kalo ada yang punya gambar-gambarnya boleh duooonkkk dibagi. Kesuwun sanget...
Minggu, 14 Desember 2008
Budaya Cirebon
Nadran, Wayang Kulit, Tarling, dan Tari Topeng
Sebagai kota pantai, masyarakat Cirebon juga kerap menyelenggarakan upacara Sedekah Laut atau biasa disebut Nadran. Dulu, pada perayaan itu disiang hari masyarakat menggelar pertunjukan tari topeng, dan wayang kulit dimalam harinya, selama 3 hari berturut-turut.
Tari topeng dan Wayang kulit ini dibawakan oleh sanggar-sanggar seni dari Indramayu yang saat itu masih menjamur. Papaku sering mengajak menonton wayang, tapi terus terang, aku tidak begitu memahami lakon wayang yang dibawakan dalang, karena menontonnya pun sambil terkantuk-kantuk. Tapi kantuknya akan langsung hilang begitu papaku membelikan wedang jahe. He..he...Huaahh...sedap...aduuhhh, jadi ngelantur ke masa lalu. Hla iya, wong sekarang ini kalo pingin nemuin lagi tontonan wayang sudah sangat sulit. Jadi bisanya ya hanya dari nostalgia...Yeah..nostalgia juga mendengarkan lagu tarling yang dibawakan Abdul Ajib, sang tokoh legendaris seni tarling Cirebon, karena sekarang ini musik tarling telah bercampur dangdut dan melayu modern.
Tapi, saat pertunjukkan seni tari topeng digelar di siang harinya, wah...demen banget aku menontonnya. Seingatku durasi tari topeng Cirebonan cukup lama dibawakan untuk setiap lakonnya. Kadang diselingi dagelan, atau saweran dari pengunjung. Dan aku menikmatinya hingga satu atau dua babak ! Bagiku tari topeng Cirebonan punya keunikan tersendiri, punya ciri khas dibanding tari topeng daerah lain. Tarian topeng Cirebon dibawakan dengan gaya yang 'gagah' meskipun yang menari adalah wanita. Apapun tokoh yang diperankan, si penari memerankannya tidak dengan lemah gemulai khas para penari wanita. Penasaran? Hayuk tonton tari topeng Cirebonan. But where?......masih ada kok, belum lama ini Grage Mall menyelenggarakan lomba tari topeng berikut Pameran etnik Cirebon. Ufff...sayang, kebanyakan para penari peserta lomba tidak tampil dengan dandanan khas penari topeng Cirebon. Sebagian besar malah berdandan ala penari reog ponorogo. Priben jeh?? Sedih memang....padahal tari topeng Cirebonan ini pernah ngetop hingga ke luar negeri loh.... Mimi Rasinah, oleh beliaulah, sang maestro tari topeng Cirebon, tarian ini melenggang-lenggok di mancanegara.
Ada juga Burok dan Sintren, yang juga kesenian dari sekitar Cirebon, juga jarang diadakan lagi. Kalaupun ada mungkin kita harus mencarinya hingga ke pedesaan yang agak jauh dari kota.
Wahai seni budaya Cirebon, ayo dong gencar lagi......tapi...duuuhhh...jangan dicampur aduk musik dangdut gitu duooonkkk. Bukan apa-apa, biar rasa Cirebon nya itu kental.
Langganan:
Postingan (Atom)