
Stop Press!...Ada yang menarik di Grage Mall, Pusat Perbelanjaan terbesar di Cirebon.Pada tgl 20,21,dan 22 Maret 2009, di salah satu atrium hall nya, digelar pertunjukan seni musik etnik, gak tanggung-tanggung, dari Amerika Selatan. Chalwanka, Ethnic Music from Andes Mountain, South America. Chalwanka yang beranggotakan duet Lucho dan Pacha, Gitaris dan Peniup Antara (alat musik tiup yang terdiri dari rangkaian potongan bambu) membius pengunjung mall yang sedang beruntung sore itu. Sebelumnya, kelompok musik ini sukses melakukan kolaborasi dengan Ungu di Bandung.

Jika Anda biasa mendengarkan major label maka mendengarkan musik mereka ibarat menemukan sebuah oase. Mereka tidak berbohong ketika menyebut diri merepresentasikan musik pegunungan Andes. Alunan Antara yang dimainkan oleh Pacha, apapun lagu yang dimainkannya memang memberikan sentuhan pegunungan, suasana tenang nan menghanyutkan. Antara atau Zampona sendiri adalah sejenis pan flute, alat musik tiup dari bambu yang merupakan leluhur harmonika. Ya, memang punya kaitan dengan Pan, si dewa penggembala pegunungan, karena konon, inilah alat musik yang digunakan Pan ketika menantang Apollo. Mendengar dan menyaksikan duet mereka di tengah keramaian sebuah mal adalah sebuah kombinasi unik yang langka....keteduhan musik Chalwanka menjadi lebih nyata. Sejuk. Dengan apik mereka memainkan berbagai jenis lagu. Lagu-lagu yang mereka mainkan mulai dari Chiquita, My Heart Will Go On, hingga Surgamu dari Ungu. Chalwanka telah mengeluarkan 4 album dan tengah menggarap album kelimanya. Keempat album yang pada tanggal 21 Maret itu di-display dan dijual seharga Rp60 ribu per album pada pertunjukkan mereka laris manis. Musik mereka benar-benar sanggup menghipnotis pengunjung Grage sore itu. Sukses untuk Chalwanka!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar